FAMOUS

Di balik popularitas tempat-tempat seperti Gili Trawangan dan Gunung Rinjani, tersimpan sebuah lokasi yang belum banyak dikenal namun memiliki daya tarik alam yang luar biasa: Savana Lendang Danger. Berlokasi di Lombok Utara, savana ini menunjukkan bahwa keindahan alam tak selalu identik dengan kemewahan sering kali justru tersembunyi dalam kesunyian dan kesederhanaan bentang alam yang luas serta memukau.

Dikelilingi perbukitan, Savana Lendang Danger menyuguhkan panorama alami yang memikat. Saat musim hujan, padang rumputnya tampak hijau menyegarkan, sedangkan di musim kemarau, berubah menjadi lautan rumput kuning keemasan yang eksotis. Nama “Lendang Danger” sendiri berasal dari Bahasa Sasak “lendang” berarti ladang atau kebun, dan “danger” adalah nama sejenis pohon lokal yang dulu tumbuh di daerah ini.

Berkat lokasinya yang berada di dataran tinggi, pengunjung dapat menikmati panorama 360 derajat yang mencakup perbukitan, sawah, hingga garis pantai di kejauhan saat cuaca mendukung. Tempat ini sangat ideal bagi siapa pun yang ingin menyepi sejenak dari hiruk-pikuk dan meresapi ketenangan alam secara utuh.

Karena belum ramai dikunjungi, suasana di Savana Lendang Danger sangat hening dan menyejukkan. Udara segar yang mengalir lembut disertai tiupan angin membuat tempat ini terasa seperti berada di dunia yang berbeda. Cocok untuk bermeditasi, refleksi diri, atau sekadar menikmati waktu tanpa gangguan.

Untuk mencapai tempat ini, kamu bisa menuju Desa Rempek di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Dari pusat Kota Mataram, perjalanan darat memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam tergantung kondisi lalu lintas dan jalan. Akses menuju lokasi masih berupa jalur tanah di beberapa titik, jadi sebaiknya menggunakan motor trail atau kendaraan roda empat berpenggerak.

Jika kamu sudah menjelajah wisata air terjun seperti Tiu Teja atau Tiu Kelep, maka lokasi savana ini bisa dijadikan destinasi selanjutnya karena jaraknya tidak terlalu jauh. Banyak wisatawan menjadikan Savana Lendang Danger sebagai pelengkap dari perjalanan alam mereka.

Savana Lendang Danger memiliki berbagai daya tarik utama. Salah satunya adalah pemandangan matahari terbit dan terbenam yang sangat memukau. Dengan minimnya halangan seperti pohon tinggi atau bangunan, kamu bisa menyaksikan momen matahari naik dan tenggelam dengan leluasa, ditemani warna-warna langit yang menenangkan jiwa.

Bagi para pecinta fotografi, tempat ini adalah surga tersembunyi. Tekstur rerumputan yang unik, garis horizon yang jelas, serta lanskap alami yang harmonis menjadikan setiap sudutnya layak untuk diabadikan. Banyak fotografer dan pasangan yang mencari lokasi foto pre-wedding mulai melirik tempat ini karena keindahannya yang belum banyak tersentuh.

Tak hanya itu, Savana Lendang Danger juga menjadi habitat penggembalaan ternak milik warga lokal seperti kerbau, kambing, dan sapi. Suasana khas pedesaan tercipta dari interaksi antara manusia, alam, dan hewan ternak yang berjalan beriringan. Penduduk setempat yang ramah pun sering menyapa atau berbagi cerita seputar budaya Sasak dan sejarah desa mereka.

Beragam aktivitas seru dapat dilakukan di sini. Piknik bersama keluarga menjadi salah satu pilihan tepat, berbekal makanan, tikar, dan minuman untuk bersantai di tengah alam terbuka. Bagi yang gemar berkemah, suasana malam di savana sangat magis—langit penuh bintang tanpa gangguan cahaya buatan memberikan kesempatan untuk melihat Bima Sakti dengan mata telanjang.

Selain itu, trekking ringan juga menjadi aktivitas menarik, dengan jalur yang landai dan cocok bagi semua usia, termasuk anak-anak atau pemula. Bentang alam yang menawan akan menemani setiap langkah, jadi jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan momen.

Waktu yang paling pas untuk mengunjungi Savana Lendang Danger adalah pada musim kemarau, sekitar bulan Juni hingga September, saat rumput mengering dan menciptakan pemandangan emas yang memukau. Jika ingin melihat padang rumput hijau segar, datanglah antara Desember hingga Februari di awal musim hujan. Hindari waktu tengah hari karena cuacanya bisa sangat terik—pagi dan sore adalah waktu terbaik untuk menikmati suasana.

Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan saat berkunjung: bawa perbekalan sendiri karena belum tersedia fasilitas umum seperti warung atau toilet, kenakan alas kaki yang nyaman untuk aktivitas luar ruang, dan lindungi diri dari sinar matahari dengan topi, sunblock, serta kacamata hitam. Jangan lupa membawa kantong sampah pribadi untuk menjaga kebersihan dan bertanya pada warga jika butuh informasi arah atau spot terbaik.

Savana Lendang Danger memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, keindahan alaminya bisa terus terjaga sambil memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Beberapa komunitas lokal telah membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sebagai langkah awal menjaga lingkungan sambil memperkenalkan budaya setempat.

Jika punya waktu lebih, kamu juga bisa mengeksplorasi destinasi wisata lain di sekitarnya seperti Air Terjun Tiu Teja, Air Terjun Tiu Kelep dan Sendang Gile yang memiliki daya tarik tersendiri, atau Bukit Selong dan Sembalun yang terkenal dengan keindahan panoramanya.

Singkatnya, Savana Lendang Danger adalah salah satu permata tersembunyi di Lombok Utara yang patut kamu kunjungi. Tempat ini menyuguhkan kedamaian, keindahan visual, dan pengalaman alam yang autentik. Jika kamu ingin menjauh dari rutinitas dan menikmati sisi alami kehidupan, Savana Lendang Danger adalah jawabannya. Mari datang, nikmati, jaga kelestariannya, dan bantu memperkenalkan pesonanya ke dunia.

Gambar 1.

Koranlombok.id

Gambar 2.

Detik.com

X

https://wa.me//6281775104411